Sabtu, 21 Juli 2018

MEDIA LAMA & MEDIA BARU

MEDIA LAMA & MEDIA BARU

Kehadiran media baru pada masyarakat, tidak semerta-merta menggeser keberadaan media lama. Perkembangan teknologi yang juga seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi, mengantarkan terciptanya media baru. Media lama seperti surat kabar, televisi, dan radio masih ada sampai sekarang, namun kebutuhan manusia untuk mengakses berbagai interaksi yang dahulunya tidak ada, sudah mengalami kemajuan pesat oleh datangnya media baru. Dengan adanya internet, manusia dapat mengakses informasi tanpa dibatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Media baru juga melahirkan istilah Citizen Jurnalism atau yang dikenal sebagai jurnalisme warga. Hal ini mengubah peran warga dari “penonton” menjadi “pengguna,” dan dari “konsumen” menjadi “produsen.”
Istilah ‘media baru’ muncul begitu cepat. Dunia media dan komunikasi mulai terlihat sangat berbeda pada akhir tahun 1980, dan perbedaan ini tidak terbatas pada salah satu sektor atau elemen. Berikut adalah indikasi dari segi perubahan budaya dan ekonomi yang berkaitan dengan media baru : 
  1. Modernitas ke postmodernity: secara luas berupaya menyumbangkan kedalaman karakter dan perubahan struktural di masyarakat dan ekonomi sejak tahun 1960. Terlebih, dengan perubahan budaya korelatif dalam hal seni dan ekonomi media baru biasanya dianggap sebagai kunci penanda perubahan
  2. Mengintensifkan proses globalisasi: sebuah penghancur nasional negara dan perbatasan dalam hal perdagangan, organisasi perusahaan, bea cukai dan budaya, identitas dan keyakinan, dalam media baru yang telah dilihat sebagai sebuah elemen campuran
  3. Pengganti, di Barat, dari era industri manufaktur oleh sebuah 'post-industri' era informasi: sebuah perubahan di dalam pekerjaan, keahlian, dan keuntungan investasi, dalam produksi bahan barang untuk layanan informasi dan 'industri' yang banyak menggunakan media baru sebagai lambing
  4. Sebuah decentring yang didirikan dan berpusat pada perintah: melemahnya mekanisme kekuasaan dan kontrol dari barat, difasilitasi oleh yang tersebar, melampaui batas jaringan media komunikasi baru.

Media baru muncul sebagai jenis media lain yang merubah era informasi dan komunikasi. kemunculan media baru bagaikan transformasi di dalam konsepsi dan relasi antara self dengan realitas dan ditandai melalui teknologi. Perubahan lingkungan sosial ekonomi masyarakat industri telah memungkinkan berlangsungnya produksi massa dan inovasi teknologi sehingga mengambil ruang yang lebih luas lagi di dalam praktik dan media kesenian. Di sinilah teknologi dipraktikan sebagai sebuah kebudayaan yang disebut sebagai technoculture.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar