Jumat, 10 Juni 2016

Luapan hati "bintang & rembulan"

Malam ini bintang-bintang nampak seyum berseri-seri
manyapa rembulan yang dari tadi sumringah dengan cahaya terangnya. 
Tak lama, Beberapa gumpalan awan pun datang. 
perlahan makin tebal menjadikan malam begitu pekat 
menutupi kemerlap bintang-bintang. 
Kini rembulan kesepian, 
cahayanya semakin redup karena kehilangan teman hidupnya malam ini. 
Awan hitam pekat perlahan kini juga menutupi cahaya bulan. 
Gelap pun semakin pekat 
dalam hitungan detik dan menit cahaya rembulan kian menghilang. 
hanya terlhat sisa-sisa cahaya di tepi-tepi awan. 
Langit seakan ikut bersedih melihat keduanya harus terpisah, 
terhalang oleh egonya awan hitam. 
Matanya tak mampu menahan air mata yang sedari tadi ia bendung. 
tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari ujung timur. 
Hujan pun turun. 
Membasahi gersangnya hati yang berada dalam kesepian
seperti rembulan yang terpisah dengan gemintang.
Nampaknya kesedihan langit tidak berlangsung lama, 
rembulan kembali menampakkan senyum sumringahnya 
di antara garis-garis awan yang tersisa oleh tiupan angin. 
hujan akhirnya reda, dan bintang kembali menyapa rembulan. 
Keduanya kembali bersua melepas rindu yang Kian lama tertahan. 
Namun pertemuan mereka kali ini tidak lagi sama dengan petemuan sebelumnya. 
Karena luang waktu akan semakin singkat malam ini.
Kini berganti gemintang yang merasakan kesepian di sisa malam yang singkat ini. 
Karena kisah malam ini, bukan untuk disambung dengan malam besok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar